Konsep Buku Non Fiksi

Resume Belajar menulis PGRI

Tanggal pertemuan :   21 April 2021

Pertemuan ke         :   16 enam belas

Tema   :   “ Konsep Buku Non Fiksi ”

Penulis         :   Ratnawilis ( SDN 02 Padang Ganting Kab. Tanah Datar)

Gelombang :   18

Hari ini kita akan belajar dengan  narasumber hebat dari Kediri dan akan  memasuki pertemuan 16.  Beliau adalah Ibu Musiin, M.Pd.

Curriculum Vitae nara sumber :

Pengalaman mengajar dimulai dari menjadi dosen pada tahun 1994 di STKIP PGRI Jombang, STIE Dewantara Jombang dan tutor bagi pekerja asing di PT Chiel Jedang Jombang. 

Di lingkungan dunia pendidikan, ia aktif menjadi tim pengembang mata pelajaran Bahasa Inggris dan tim penilai angka kredit guru di tingkat Kabupaten Kediri

Dalam bidang kewirausahaan, Bu Iin merupakan founder PT In Jaya yang bergerak di bidang ekspedisi untuk pendistribusian produksi Indomarco dan Indolakto Pasuruan. Selain itu PT In 

Sebagai penulis pemula, karya buku yang telah dihasilkan Bu Iin adalah sebagai berikut:

Digital Brochure Mengasah Kemampuan Menulis dan Jiwa Kewirausahaan Gen Z

Literasi Digital Nusantara. Meningkatkan Daya Saing Generasi Muda melalui Literasi (Karya bersama Prof Eko)

Selaksa Hikmah dari Tarokan (Karya bersama siswa-siswa)

Ukir Prestasi dan Tebar Inspirasi ( Antologi Kisah Guru Lejitkan Potensi Siswa)

Cergam Panji Asmarabangun and Dewi Sekartaji

Modul Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Kelas IX.

Menulis Artikel populer di majalah online

Menjadi penulis buku non fiksi telah mengantarkan untuk mengikuti ujian Sertifikat Penulis dan telah berhasil memegang sertifikasi penulis

Bisa dikatakan bahwa menulis bukanlah keterampilan yang mudah. Menulis tidak semudah berbicara, semudah bergosip . Justru tantangannya ada karena sulit, sulit dalam hal memulai terutama. Perjuangan menjadi penulis dengan mengikuti kelas menulis, membuat resume, menghasilkan buku, maka membutuhkan banyak perjuangan, pandai membagi waktu sehingga terbiasa maka  lahir CINTA MENULIS.

Sebelum menulis buku, jika mau menulis harus menemukan alasan kuat mengapa ingin menjadi penulis. Alasan penulis ingin menjadi penulis hebat adalah sebagai berikut:

 1. Mewariskan ilmu lewat buku., ungkapkan dan tuliskan

2. Ingin punya buku karya sendiri yang bisa terpajang di toko buku online maupun offline.

3. Mengembangkan profesi sebagai seorang guru.

Kutipan terkenal dari Imam  Ghazali dan Pramoedya Ananta Toer menjadi penguat mengapa  ingin menjadi penulis. Keinginan kuat  ternyata mengantarkan ke hukum tarik menarik di alam semesta ini. Hukum Tarik-Menarik dalam rahasia alam ini mengatakan bahwa kemiripan menarik kemiripan. Pikiran untuk menjadi penulis telah mengantarkan saya mengikuti kelas-kelas menulis (salah satunya kelas Om Jay meskipun banyak kendala namun penulis tetap mengikuti dengan penuh tantangan.  

Berikutnya penulis sampaikan tentang langkah langkah menulis seperti yang diutarakan oleh nara sumber hebat Ibu Musiin, M.Pd sebagai berikut :

Langkah Pertama :  Pratulis, terdiri dari

1. Menentukan tema

2. Menemukan ide

3. Merencanakan jenis tulisan

4. Mengumpulkan bahan tulisan

5. Bertukar pikiran

6. Menyusun daftar

7. Meriset

8. Membuat Mind Mapping

9. Menyusun kerangka

Untuk menulis sebuah buku dalam menentukan tema bisa di tetapkan satu saja, misalnya tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi, dll.

Berikut untuk melanjutkan dari tema yang telah kita tentukan menjadi sebuah ide yang menarik, maka penulis bisa mendapatkan dari :

1. Pengalaman pribadi

2. Pengalaman orang lain

3. Berita di media massa

4. Imajinasi

5. Mengamati lingkungan

6. Perenungan

7. Membaca buku

Contoh penulis mengambil tema Pendidikan Karakter maka Ide berasal dari pengalaman pribadi, penelitian di lingkungan sekolah, serta diperkuat dari materi budaya daerah. Referensi berasal dari data dan fakta yang penulis peroleh dari literasi di sekolah.

Berikut untuk Referensi terdiri dari :

1 . Pengetahuan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;

2. Keterampilan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;

3. Pengalaman yang diperoleh sejak balita hingga saat ini ;

4. Penemuan yang telah didapatkan.

5. Pemikiran yang telah direnungkan

Tahap berikutnya membuat kerangka. Kerangka ini diajukan untuk disetujui dan dilanjutkan ke proses penulisan. Selanjutnya kita tulis kerangka karangan berdasarkan BAB dan Sub BAB. Dalam menulis isi buku berdasarkan kerangka yang dibuat, kita harus mintak masukan dan nasehat dari penulis penulis handal agar buku kita menjadi lebih baik. 

Dengan mengikuti langkah tersebut maka tulisan kita menjadi rapi dan tertata sejak awal. Daftar isi, kutipan, indeks dan daftar pustaka tertata secara otomatis. 

Anotomi Buku :

Halaman Judul

Halaman Persembahan (OPSIONAL)

Halaman Daftar Isi

Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)

Halaman Prakata

Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)

Bagian /Bab

Halaman Lampiran (OPSIONAL)

Halaman Glosarium

Halaman Daftar Pustaka

Halaman Indeks

Halaman Tentang Penulis

   

 Langkah kedua : Menulis Draf

1. Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas

2. Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan

Langkah ketiga : Merevisi Draf

1. Merevisi sistematika/struktur tulisan dan penyajian

2. Memeriksa gambaran besar dari naskah.

Langkah keempat  : Menyunting naskah (KBBI dan PUEBI)

Ejaan

Tata bahasa

Diksi

Data dan fakta

Legalitas dan norma

Hambatan yang muncul dalam menulis : 

Hambatan waktu

Hambatan kreativitas

Hambatan teknis

Hambatan tujuan

Hambatan psikologis

Karena ada hambatan, untuk melawan hambatan tersebut kita lakukan hal berikut :

1. Banyak membaca

2. Mencari inspirasi di lingkungan sekitar, orang sekitar atau terkait dengan nara sumber.

3. Disiplin menulis setiap hari.

             “ Tiap kesempatan yang diambil adalah sebuah kesempatan untuk menang.”

        “ Kesempatan yang kecil seringkali merupakan permulaan kepada usaha yang besar. “

Penulis mengalami bagaimana mengatur waktu agar tidak dempet dengan tugas mengajar kita, maka sebagai motivasi, penulis selalu membayangkan akan mempunyai sebuah buku yang bisa berada di rak buku Toko Gramedia untuk dipasarkan. Kita harus mencuri waktu di tengah tengah kesibukan untuk menghasilkan karya meski hanya beberapa paragraf. Korbankan waktu untuk tidak melihat yang tidak perlu, dengan tujuan untuk menerbitkan buku.

Untuk itu penulis mengajak pada kita semua jika ingin menerbitkan sebuah karya maka hal yang dilakukan adalah : 

Jangan membayangkan saja, namun ayo berkarya.

Pada saat menulis kita ingat bahwa karya kita akan menjadi sejarah buat anak cucu kita.              


Oleh : RATNAWILIS

Kepala SDN 02 Padang ganting Kabupaten Tanah Datar

      SALAM LITERASI






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menerbitkan Buku

Pro Freading