Buku Mahkota Penulis
Resume Belajar menulis PGRI
Tanggal pertemuan : 21 April 2021
Resume ke : 8 (delapan)
Tema : “Buku Mahkota Penulis”
Narasumber : H.Thamrin Dahlan
Penulis : Ratnawilis ( SDN 02 Padang Ganting Kab. Tanah Datar)
Gelombang : 18
Hari Rabu April tanggal 21 tahun 2021 bertepatan dengan hari ke 9 puasa Ramadhan tahun 2021, berbeda dengan puasa sebelumnya, Ramadhan tahun ini tidak semua kegiatan biasa dilaksanakan secara langsung, banyak kegiatan dilaksanakan melalui daring atau zoom meeting. Pembelajaran menulis PGRI dibawah bimbingan Om Jay juga dilaksanakan di siang hari, Bapak dan Ibuk guru hebat , Siapa yang selalu antusias mengikuti kegiatan menulis, apapun tantangannya mereka tetap menulis, meskipun berpuasa namun para pencinta ilmu tetap antusias menunggu pembelajaran dimulai
“Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh, salam sejahtera bagi kita semua,” Ibu Aam selaku moderator menyapa Guru Guru hebat di seluruh Tanah Air yang siap untuk belajar. Semoga kegiatan hari ini berjalan lancar dan kita semua tetap semangat dalam menjalankan ibadah dibulan suci Ramadhan ini aamiin. Selanjutnya kita siap menerima pelajaran yang akan disampaikan oleh Bapak H.Thamrin Dahlan yang tidak asing bagi kita yakni pemilik penerbit YPTD. Beliau dilahirkan di Tempino Jambi tahun 1952 Alumni Pasca Sarjana UI. Pekerjaan sekarang Dosen dan Penulis serta Pendiri Penerbit Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD)
“Sehat bukan segalanya namun tanpa kesehatan semuanya menjadi tidak berarti,” ini merupakan slogan yang disampaikan Pak Thamrin. Juga menjelaskan bahwa buku adalah muara tulisan.
Dalam menulis kita diibaratkan seperti air mengalir, setetes demi setetes air akan berkumpul dan bergabung sehingga mencari tempat terendah dan akhirnya bergabung menjadi satu, bermuara di titik akhir yakni lautan. Seperti itu juga menulis sebuah buku. Sejatinya buku merupakan kumpulan tulisan, ide yang kita tuangkan melalui goresan pena pada selembar kertas putih, yang akan menjadi sebuah karya yang gemilang untuk dikenang bagi anak cucu kita.
Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) punya komitmen untuk terus membantu para penulis hebat dalam menerbitkan Buku Perdana ber ISBN tanpa biaya.
Pak Thamrin Penerbit YPTD, mempunyai 3 program YPTD.
Penulis telah memiliki Naskah Buku.
Penulis aktif memposting tulisannya di website YPTD terbitkanbukugratis.id setelah terkumpul 40 artikel maka buku akan segera diterbitkan
Program ke 3 YPTD menerbitkan buku ontologi berupa kumpulan tulisan yang di posting dalam 1 bulan
Beliau juga menegaskan bahwa “Buku adalah Mahkota Seorang Penulis.” Belia diibaratkan seorang raja, Analog dengan Seorang penulis tanpa memiliki buku maka belum bisa dikatakan sebagai seorang penulis sejati.
Dalam menerbitkan buku di YPTD yayasan Pak Thamrin Dahlan menyatakan ketentuan untuk penerbitan sebuah buku yakni tentang ketebalan sesuai batasan minimal dari UNICEF ketebalan buku 80 halaman atau 40 lembar dan menyarankan agar sampai minimal 150 halaman. Selanjutnya dalam menulis satu paragraf kita sering mengalami serangkaian kata yang sama...contoh kata "Saya" tertulis berulangkali sampai 5 kali..
Contoh kalimat : Saya mempunyai kelinci mainan, mereka main dengan kelinci Saya. Saya sangatlah sayang sama kelinci Saya. Kelinci Saya cantik dan manis, semua orang suka kelinci Saya itu. Untuk itu kita harus hindari kata yang selalu diulang dengan cara pengulangan itu diganti dengan kata lain, penulisan ini sering terjadi, tetapi melalui banyak latihan kita akan menem
Ada beberapa ketentuan dalam menerbitkan naskah di YPTD dalam menerbitkan naskah antara laian :
tidak menyediakan editor naskah,
ukuran buku A 5, Huruf TNR font 12 serta spasi 1.5 kemudian margin 1,5,1,1,1
tulisan per paragrat tidak lebih dari 5 kalimat.
enak dibaca.
Kita harus terus berlatih dengan cara membaca dan terus membaca tulisan sendiri, kegiatan ini merupakan latihan editor yang terbaik, sebab ROH tulisan itu ada sama Penulis. Jangan sampai kehilang Roh, karena itu mari diedit sendiri naskah yang akan kita terbitkan, dengan mengedit sendiri kita akan merasa puas. Ketika topic atau judul belum ditemukan maka jangan jadikan penghambat untuk menulis, lanjutkan terus, seiring berjalan waktu judul kan timbul sendirinya, kadang ditengah perjalanan munculnya.
1. Naskah yang dikirim ketentuannya jenis fiksi atau khusus non fiksi.
2. Untuk 40 artikel yang dikirim itu dalam rangkaian satu tema atau boleh tema yang berbeda-beda.
Pak Thamrin menjelaskan bahwa Penerbit YPTD menerima semua tulisan baik itu berbentuk Fiksi (Puisi, Cerpen, Pantun), Reportase (kegiatan belajar mengajar atau kegiatan lain) atau opini (menulis tentang topik tertentu).
Untuk menulis yang akan diterbitkan di YPTD kita boleh mengirim artikel, cerpen, puisi juga boleh digabung ketiga tiga jenis tulisan tersebut. Oleh karena itu menulis saja setiap hari kemudian kumpulkan maka jadilah buku. Lainnya halnya bisa Ibu ingin membuat Novel, maka karya ini tentu fokus sampai ending. Nanti perihal judul Buku akan ketemu dengan sendirinya. /
Pak Thamrin Penerbit YPTD Pk Thamrin Dahlan menyampaikan bahwa tulisan yang diposting di website YPTD terbitkanbukugratis.id tidak di Moderasi Admin, bisa langsung tayang, Saya percaya komunitas guru telah terseleksi alam dan mempunyai komitmen untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas Literasi Indonesia.
Untuk penutup Saya bacakan alhamdulillahirobbilalamiin, terimakasih untuk Pak Thamrin Dahlan yang telah memberikan ilmunya semoga bermanfaat dan berkah,
SALAM LITERASI
Komentar
Posting Komentar