Jurus Ampuh Menulis Bagi Pemula
JURUS AMPUH MENULIS BAGI PEMULA (Pertemuan 2)
Alhamdulillah tepat di hari ini Rabu 6 Januari 2021 perjalanan "30 Hari Mencari Ilmu" kini memasuki pertemuan kedua. Kali ini kami disuguhkan menu yang membangkitkan selera. Menu kali ini adalah “Trik Jitu Menulis Untuk Pemula” yang disuguhkan oleh Ibu Rita Wati, S.Kom Alumni Pelatihan Belajar Menulis gelombang 10 yang kini memiliki banyak karya tulis. Setidaknya ada 2 jurus ampuh yang harus dimiliki seorang pemula untuk mulai menulis, apa saja kedua jurus itu?
JURUS DASAR
Bagi seorang pemula, menulis itu tidaklah mudah karena memang memulai sesuatu tidaklah sama dengan suatu aktivitas yang sudah dilakukan berkali-kali bahkan menjadi kebiasaan rutin dilakukan. Seseorang yang terbiasa menulis tentu sudah mampu mensinergikan antara pikiran, hati dan gerakan tangan sehingga apa yang terpikir mampu dengan cerdas dituangkan melalui tulisan. Tidak demikian dengan pemula, yang sudah pasti belum mampu mensinergikan antara pikiran dengan gerakan tangan, belum mampu mendamaikan antara bahasa lisan dan tulisan. Dengan demikian, seorang pemula harus dibekali dengan motivasi yang kuat.
Setiap orang memiliki motivasi yang beragam ketika belajar menulis. Ada yang belajar menulis dengan motivasi semata-mata memang belajar. Namun ada juga yang belajar menulis karena memang sejak awal sudah jatuh cinta dengan dunia tulis menulis, sudah menjadi hobi. Ada juga orang yang belajar menulis karena keterpaksaan imbas yang mengharuskannya membuat karya sebagai syarat kenaikan pangkat. Namun beragam motivasi yang muncul tersebut bukanlah sesuatu yang keliru karena yang keliru itu justru adalah jika kita sama sekali tidak termotivasi untuk menulis. Saya secara pribadi termotivasi untuk belajar menulis, ingin mengetahui lebih spesifik bagaimana sesungguhnya menulis yang baik itu, dengan motivasi ini tentu tujuan-tujuan yang lain akan tercapai.
Bagi penulis pemula, menentukan motivasi menulis sangatlah penting, karena ini akan menjadi semacam arahan yang akan menuntunya kepada tujuan yang diinginkan. Setelah menentukan motivasi hal selanjutnya adalah mulai menulis, menulis apa saja yang ada di dalam pikiran, tentang apa saja yang ada di sekitar. Bagi seorang guru seperti saya misalnya bisa menulis tentang lingkungan sekolah, susah senangnya berhadapan dengan siswa atau apa saja yang berkaitan dengan dunia pendidikan.
Seorang pemula harus berlatih untuk mencari ide sebanyak-banyaknya. Tuangkan semua ide yang ada dengan tidak melakaukan proses editing terlebih dahulu, biarkan ide tersebut mengalir begitu saja hingga semua ide-ide yang ada terekam dalam sebuah tulisan.
Untuk meningkatkan kemampuan mencari ide sebanyak-banyaknya, seorang pemula harus berlatih menulis setiap hari secara bertahap mulai dari 100 kata kemudian meningkat 150 kata naik lagi menulis pentigraf (menulis tiga paragraf) hingga pada akhirnya bisa menulis 1000 kata perhari. Apakah ini ini semua bisa dilakukan? Tentu saja bisa, bagaimana caranya? Menulislah di saat kita memiliki mood.
Setelah semua menjadi rutinitas, menjadi kebiasaan yang kita lakukan secara terus menerus maka jurus selanjutnya yang harus kita lakukan adalah “Jurus Pamungkas”
JURUS PAMUNGKAS
Jurus pamungkas ini bisa dicoba jika ingin menjadikan tulisan lebih berkualitas yang akan menjadi konsumsi public. Lalu apa saja yang harus dilakukan?
Pertama, Beranikan diri untuk ikut menulis Buku Antologi, hal ini perlu dilakukan untuk menumbuhkan kepercayaan diri menjadi seorang penulis.
Kedua, Selanjutnya agar tulisan menjadi lebih berkualitas, enak dibaca harus memperhatikan kaidah-kaidah dasar penulisan. Terkait kaidah penulisan ini, biasanya kesalahan-kesalahan yang seringkali terjadi adalah: a) Penggunaan huruf besar dan kecil yang tidak tepat; b) Paragraf panjang-panjang; c) Penggunaan tanda baca seperti (titik, koma, titik dua, setrip-tanda petik dsb); d) penggunaan Kata baku; e). Penggunaan kata yang tidak efektif; f) Penggunaan istilah asing yang sering keliru; g) Penggunaan kata depan di- yang sering keliru dipisah atau disambung Harus bisa membedakan penulisan di media sosial , blog dengan penulisan di buku. Jika penulisan di blog atau media sosial seperti WA, setiap menulis 2 kalimat atau 3 kalimat sudah bisa membuat paragraf baru. Hal ini dikarenakan di media sosial orang hanya memiliki waktu 3 menit untuk memutuskan apakah mereka akan melanjutkan bacaannya atau tidak.
Itulah jurus-jurus yang harus dilatih oleh seorang penulis pemula jika ingin menjadi penulis professional. Apakah kita bisa? Mari kita coba. Bu Rita mengatakan “Nothing Is Imposibl
By : RATNAWILIS
SDN 02 Padang Ganting Kab.Tanah Datar
SALAM LITERASI
Bagus, saya suka, saya suka, saya suka...
BalasHapusMantap, teruslah menulis, menulis dan menulis setiap hari, nanti akqn menemukan takdirnya🙏
BalasHapus