Langkah Menulis Buku
Resume Belajar menulis PGRI
Tanggal pertemuan : 24 April 2021
Pertemuan ke : 17 tujuh belas
Tema : “ Langkah Menulis Buku ”
Penulis : Ratnawilis ( SDN 02 Padang Ganting Kab. Tanah Datar)
Gelombang : 18
Assalamualaikum warohmatullohi wabarokaatu Taqabalallahu minna waminkum, Minal aidin walfaizin, mohon maaf lahir batin untuk Bapak Ibuk guru hebat di seluruh Indonesia. Materi hari ini akan disampaikan oleh Bapak Yulius Roma Pantandean,S.Pd dengan tema “ Langkah Menyusun Buku “ dan Ibuk Ritawati sebagai moderator.
Pak Yulius Roma merupakan Guru Bahasa Inggris di SMAN 5 Tana Toraja. Guru muda yang berprestasi ini sudah tidak diragukan lagi dalam dunia tulis menulis, beberapa bukunya sudah terbit di penerbit mayor Penerbit Andi.
Dalam mencapai kesuksesan menuju tujuan yang telah diimpikan, maka untuk menempuh jalan tersebut kita harus melalui sejumlah langkah agar Impian kita untuk bisa menerbitkan buku solo sendiri yang ber-ISBN dapai tercapai.
Langkah-langkah dalam menulis sebuah buku menurut Ibuk Ritawati :
1. Menulis naskah buku merupakan sebuah kenikmatan ketika kita menulisnya tanpa beban.
Demikian pun ketika kita mulai merapikannya. Beban bahwa naskah kurang Berkualitas,
masih sedikit, bahasanya kurang keren, dll dibuang jauh-jauh. Yakinkan diri bahwa
naskahnya paling unik diantara semua buku yang pernah terbit.
2. Jika naskahnya memiliki TOC (Table of Contents), baca ulang urutan judul dan sub judulnya. Mungkin saja ada judul yang cocok di Bab lainnya. Termasuk potongan-potongan naskahnya,
hindari ada pengulangan isi paragraf yang persis sama di Bab lainnya.
3. Pastikan ukuran kertasnya A5 dengan jumlah halaman khusus isi buku minimal 75 halaman
4. Disarankan menerbitkan buku solo. Dengan demikian Upayakan ada Kata Pengantar dari orang lain.
Jika memiliki gambar pendukung, cantumkan sumber gambarnya
5. Tambahkan Prakata selaku penulis.
6. Editing dan finalisasi Metode
7. Baca ulang naskahnya untuk memastikan urutan Bab, judul dan sub judulnya sudah sesuai.
Dalam menulis sebuah buku bahwa kita sebagai penulis penting untuk sering-sering menyiangi naskah tulisan kita. Untuk memeriksa kadang ada Bab yang masih minim materinya, tentunya jika masih minim materinya kita butuh tambahan materi. Apabila kita merasa kesulitan menambahkan kalimat, boleh ditambahkanlah contoh-contoh pengalaman nyata yang pernah kita jalani terkait dengan topik bukunya..
Seringkali sub bab satu dengan sub lain yang berbeda bab, terjadi persamaan pembahasan, bagaimana pemecahanya, apakah dihilangkan salah satu, atau tetap ditulis dengan bahasa yang berbeda.
Memang jika kita telah asyik menulis kemungkinan akan berujung pada adanya naskah yang mirip. Dengan adanya naskah yang mirip ini kita tidak perlu menghilangkannya. hilangkan, namun disalah satu bagiannya bisa kita jadikan sebagai bagian pembahasan konsepnya, sedangkan bagian lainnya menjadi tempat pemaparan contoh konkritnya. Maka antara kedua bagian yang sama tersebut menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi. Misalnya: Bab 1 membahas tentang pendidikan karakter, Bab 2 juga membahas pendidikan karakter...maka penekanannya Bab 1 diperkuat dengan pendidikan karakter dan karakteristiknya cara penerapannya, sementara Bab II yang juga membahas pendidikan karakter diperkuat dengan jenis-jenis pendidikan karakter, mengapa pendidikan karakter harus diterapkan dalam kehidupan seari-hari.
Cara mengatur nomor halaman andaikan kita sudah telanjur membuat penomoran manual :
1. Biasanya nomor manual ditempatkan dalam kotak-kotak. Baiknya hapus saja. Jika sudah terbiasa penomoran otomatis, sangat membantu kita dalam mengembangkan konten naskah.
2. Atur kembali section yang belum disetting. Karena hal ini tidak akan mempengaruhi bagian lainnya. Misalnya pada gambar lembaran ketiga akan dijadikan section 3... atur ulang kembali di page layout.... Jangan lupa non aktifkan LINK TO PREVIOUS, sehingga section sebelumnya tidak mempengaruhinya.
Dalam menyusun naskah sebuah buku sebenarnya tidak memiliki rumus, tetapi hanya pembiasaan pada diri dalam melakukan pengeditan/penyuntingan. Biasakan untuk terbiasa merapikan naskah sebelum dikirimkan ke penerbit. Ketika kita melihat naskah orang sudah rapi, maka hal ini akan membuat penerbit sedikit membuat jatuh hati pada naskah buku kita. Ketika buku yang kita tulis isinya biasa-biasa saja maka akan menjadi elegan ketika sudah tertulis rapi.
Selanjutnya penulis menyampaikan pesan nara sumber sebagai berikut,:
1. Menyusun naskah buku adalah momen menikmati tulisan kita.
2. Jatuh bangunnya kita dalam menulis akan dinikmati ketika memasuki tahap menyusun naskah- naskah yang terserak.
3. Membiasakan diri membaca ulang dan menyunting naskah adalah tahap pembiasaan diri untuk menghasilkan karya buku yang elegan.
Seringkali ide yang terselip oleh tumpukan pikiran kita akan terungkit kembali dalam proses penyusunan naskah.
“ Mari nikmati tahap menyatukan naskah-naskah “
“ Selamat Berkarya “
Oleh : Ratnawilis
SD N 02 Padang Ganting
Komentar
Posting Komentar