Mau dan Mampu Menulis

 “ Mau dan Mampu Menulis “

Pertemun ke 24

Assalamualaikum w,w selamat berjumpa kembal Bapak Ibuk pencinta literasi di seluruh wilayah nusantara, dari Sabang sampai Merauke semoga semuanya berada dalam lindungan Allah swt.

Untuk memasuki pembelajaran ini, mari kita tingkatkan motivasi kita dan yakinkan bahwa Menulis itu Mudah. Kita akan belajar dengan tema “ MAU dan MAMPU MENULIS “

Yang menjadi pegangan bagi kita adalah orang bisa menulis kalau membacanya banyak,  orang akan sulit menulis kalau dia tidak banyak membaca, penulis meyakini bahwa setiap kebiasaan itu Untuk belajar menulis kita harus mau dan mampu, awalnya memang harus dipaksa supaya kita menjadi terbiasa. Bagi seorang penulis sesibuk apapun, Dia akan  selalu menyempatkan diri untuk membaca buku, buku apa saja, sehari semalam minimal akan kita baca lebih 10 halaman, menulis sebanyak 5 peragraf dalam sehari, dan ini akan menjadi syarat bagi seorang penulis.  karena siapa yang ingin selalu bisa menulis, maka mari setiap hari harus menulis. Menulis dan membaca setiap hari merupakan kunci untuk menghasilkan sebuah karya. 

Intinya setiap hari menulis dan membaca

Kunci menulis menjadi lebih mudah :

1. Membaca.

Kita akan mudah menulis apabila banyak membaca. Sebaliknya orang akan sulit          menulis            apabila tidak banyak membaca. 

2. Menulis setiap hari

Usahakan setiap hari harus ada tulisan kita minimal 5  paragraf

3 Menulis apa yang dikuasai

Muailah menulis dari hal-hal yang sederhana dan dari  hal yang kita ketahui atau  kita lakukan agar ide mudah didapat

4. Membangun kebiasaan produktif.

Kalau niat kita sudah kuat untuk menjadi seorang penulis maka biasakan diri kita untuk  membuka pikiran, membuka hati kita. Kata kuncinya ada 3 : mendengar,         mencatat,  dan            mengolah menjadi tulisan.

5. Memiliki media untuk mengekspresikan tulisan. 

      Di era sekarang ini kita sudah memiliki banyak jejaring sosial seperti WA, Facebook, Instagram,            Telegram, Blog, maka sebaiknya dimanfaatkan untuk menulis hal-hal yang bermanfaat sebagai                sarana belajar dan berlatih menulis untuk meningkatkan kompetensi diri kita.

6. Menulis secara ngemil.

Menulislah sedikit demi sedikit maka lama kelamaan akan menjadi bukit.

Kunci mudah menulis yang keenam adalah menulis secara "ngemil".sedikit demi sedikit

Terlihat sederhana ya tetapi sesungguhnya ini cukup luar biasa dalam memudahkan proses menulis

Kunci ke tujuh adalah, Menulis secara bebas atau Menulis apa yang ada dalam pikiran dan bukan memikirkan apa yang akan ditulis. Sehingga penulis tertarik dengan judul “Menulis itu mudah.”

Menurut Bapak Ngainun Naim ada beberapa hal untuk menjaga produktivitas menulis yakni dengan merawat konsistensi menulis dan membangun keyakinan setiap hari bahwa menulis itu memberikan berkah. Bila kita aktif menulis, maka kita akan merasakan  manfaat menulis. 

Dari 40 buku yang diterbitkan Pak Naim salah satu buku yang cukup berkesan adalah PROSES KREATIF PENULISAN AKADEMIK. Buku ini ditrbitkan sendirioleh Pak Naim dan telah dipakai di sebuah universitas di Lombok yang sudah tiga tahun berturut-turut menjadikan buku ini sebagai bacaan bagi mahasiswanya. 

Sebuah tulisan akan menjadi bagus dan indah jika tulisan itu lahir dari kekayaan bacaan. Tulisan yang menarik tidak lahir begitu saja. Intinya adalah banyak membaca dan banyak menulis. Semakin banyak membaca dan semakin banyak menulis maka akan semakin bagus tulisan kita.

Jika penulis kesulitan dalam menetukan tema, caranya dengan menulis kegiatan sehari-hari. Itu sudah merupakan tema. Menulislah tanpa beban. Tulislah apa adanya, jangan hiraukan kesalahan, tetapi kita harus menulis baik dan benar, sesuai KBBI dan PUEBI. Jika ada kesalahan dan merasa tidak yaman, sebaiknya mundur dulu untuk mengatur strategi, dianalisis,  sebabnya apa, baru setelah itu melanjutkan menulis. 

Sebagai penulis pemula tentunya kita masih harus belajar bagaimana caranya agar tulisan dapat bermanfaat  sekaligus enak dibaca. Masih ada keraguan takut salah,  takut tidak dierima oleh pembaca dan masih banyak ketakutan yg lain. Intinya kurang kurang percaya diri ketika tulisan akan dipublikasikan. 

Agar tulisan kita bermanfaat, sebaiknya rubah pikiran menjadi percaya diri, jangan takut, karena ketakutan itu datang dari pikiran sendiri. Orang lain biasanya tidak peduli atau tidak seperti apa yang kita bayangkan. Jadi pikiran kita sudah menyimpulkan terhadap sesuatu yang tidak terjadi. 

Untuk itu menulis sebanyak-banyaknya nanti kualitas akan mengikuti. Mustahil menulis berkualitas jika jarang menulis. Mustahil juga bermanfaat jika tidak pernah menulis. INTINYA MARI MENULIS SEBANYAK-BANYAKNYA, nanti kualitas dan manfaat akan mengikuti.

“ Dari segi proses menulis itu mudah Saya sudah menulis ribuan artikel, menghasilkan 40 lebih buku mandiri dan entah berapa puluh buku antologi. Juga menulis puluhan kata pengantar. Saya merasakan menulisnya mudah.” Begitu kata Pak Naim.

Kegiatan menulis itu terbagi 3

  1. pre-writing yaitu saat kita bersiap menulis

Membuat draft, mencari sumber bacaan, dan sebagainya

  1. MENULIS

Tuangkan saja apa yang ada dalam pikiran, Abaikan rasa takut, salah ketik, dan segala hal yang membebani,  menulis sebanyak-banyaknya.

3.  EDITING

  Editing itu jangan dilakukan bersamaan dengan menulisAbaikan rasa takut, salah ketik, 

  dan segala hal yang membebani

“ Menulis itu dunia praktik, bukan teori.” Semakin sering praktik menulis akan membuat 

   mampu menulis.

Penulis mengajak kita semua untuk terus menulis. Bangun tradisi menulis dulu baru mutu akan mengikuti. Bisa menulis itu anugerah. Ada sangat banyak manfaat yang bisa kita rasakan. Yakinlah. Insyaallah berkah untuk kita semua. Amin.   

Menulislah, minimal 5 paragraf sehari. Ketika menulis boleh ditinggalkan, tak perlu terburu-buru dalam mengedit. Menjadi penulis, tentunya harus memiliki mental dan motivasi yang kuat. Belajar membangun semangat dari kritikan yang menjatuhkan.           

RATNAWILIS

SDN 02 PADANG GANTING


   “SALAM  LITERASI”



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menerbitkan Buku

Pro Freading

Konsep Buku Non Fiksi